Hampir Setahun Alun-alun Wonosobo dijadikan Free Hotspot Area

Kurang dari 3 bulan lagi, setahun sudah alun-alun dijadikan free hotspot area. Free hotspot area ini ada sejak 31 Desember 2007 lalu seiring dengan dibukanya kembali akses masyarakat Wonosobo ke Alun-alun setelah direnovasi (walau sekarang masih direnovasi lagi seh!). Bekerjasama dengan SMK Informatika, SMP 1 Wonosobo dan Brownies Net, serta didukung oleh SMP 1 Wonosobo dan SMP 2 Selomerto free hotspot area di alun-alun Wonosobo aksesnya lumayan cepat lho... Bagi yang punya laptop mungkin sudah tak perlu lagi susah-susah pergi ke warnet untuk mengakses internet. Cukup nongkrong di alun-alun, hmm...dobel2 keuntungannya deh! Bisa internetan gratis, bisa cuci mata tiap saat, tempat jajan di sekitar alun-alun juga nggak kalah enak lho...
Banyak sekali keuntungan yang bisa didapat dari semua ini, namun negatifnya juga nggak sedikit lho! Jadi manfaatkan area hotspot di alun-alun ini dengan sebaik-baiknya ya...
Jadikan tempat tinggal kita ini semakin maju dengan adanya fasilitas-fasilitas yang sudah disediakan ini...

Resep Makanan Khas Wonosobo

Kalau anda pernah datang dan tinggal di Wonosobo pasti pernah dengar atau makan Mie Ongklok, sebenernya sudah lama saya gak makan mie ongklok ini.. ughh jadi kepingin nih, pokoknya bagi yang pernah ke Wonosobo tapi belum pernah makan Mie ini bakalan nyesel deh he..he, baidewei tadi iseng Googling cari resep makanan khas Wonosobo (saking pinginya makan di belain cari resep tapi ya mubazir juga la wong saya gak bisa masak og), walhasil dapet lumayan banyak tapi hanya beberapa saja yang akan saya muat disini...dan dibawah inilah hasilnya.

1. MIE ONGKLOK
Bahan :
- 750 ml kaldu daging
- 3 sendok makan tepung kanji
- 3 sendok makan kecap manis
- 300 gram mi basah
- 100 gram kol, iris kasar
- 10 pohon kucai, iris halus
- 2 sendok makan minyak untuk menumis
Bumbu Halus :
- 2 siung bawang putih
- 1/4 sendok teh merica
- 1/2 sendok teh garam

Cara Membuat :
Tumis bumbu halus sampai harum. Masukkan kaldu lalu kentalkan dengan air sagu. Biarkan mendidih. Angkat.
Masukkan mi dan kol dalam saringan lalu rebus sambil diongklok atau dikocok sampai matang.
Masukkan mi dan kol ke dalam mangkuk lalu siram dengan kuah. Taburkan kucai. Sajikan panas.
untuk 6 porsi

2. NASI MEGONO
Bahan :
- Kacang panjang 1 ikat
- Kol 10 lembar
- Buncis 2 ons
- Petai 1 papan
- Teri ¼ ons
- Kelapa setengah tua ½ butir
Bumbu:
- Lombok merah 5 buah
- Kencur ½ rsj
- Bawang putih 4 siung
- Gula merah 1 sendok teh
- Lombok hijau 5 buah
- Garam 1 sendok makan
Cara Membuat :
- Kelapa diparut
- Kacang panjang, kol, buncis dipotong-potong kecil. Petai dikupasdiiris, teri dicuci
- Bumbu-bumbu dihaluskan, ditumis, kelapa parut dimasukkan
- Berturut-turut kacang panjang, buncis, kol dan petai dimasukkan
- Dituangkan air ½ gelas, direbus sampai airnya habis.
Sumber : Sedap-sekejap.com

3. DENDENG
Bahan :
- 250 gram daging has dalam, iris menurut serat
- 200 ml air
Bumbu :
- 1 sendok teh ketumbar
- 2 siung bawang putih
- 3 butir bawang merah
- 4 sendok makan gula merah
- 1 sendok teh garam
- 1 batang serai
- 2 cm lengkuas
Cara Membuat :
Aduk daging dan bumbu halus, diamkan 20 menit.
Rebus daging sampai air kering dan bumbu meresap.
Tata di atas tampah, jemur sampai kering sambil dibalik-balik.
Goreng dengan api kecil sampai matang.
Untuk 4 porsi.
Sumber : Sedap-sekejap.com

4. BOTOK JAMUR MERANG
Bahan :
- 250 gram jamur merang, potong-potong
- 100 gram kelapa muda kupas, parut kasar
- Daun pisang untuk membungkus
Bumbu :
- 3 butir bawang merah
- 2 siung bawang putih
- 1/2 sendok teh ketumbar
- 1 cm lengkuas
- 2 sendok teh gula merah
- 2 sendok teh garam
Cara Membuat :
- Aduk bumbu halus , jamur, dan kelapa muda.
- Bungkus bahan dalam daun pisang, sematkan ujungnya.
- Kukus selama 20 menit, angkat dan sajikan.
Untuk 10 porsi
Sumber : Sedap-sekejap.com

Aduh sepertinya saya jadi tambah laper nih, sementara ini dulu yah resepnya, semoga aja resep diatas tuh emang bener (Maaf saya hanya CoPast).

PDAM Utang Rp58,19 Miliar

WONOSOBO (SINDO) – Krisis keungan membelit PDAM Wonosobo. Sampai akhir 2007 perusahaan plat merah itu terbelit utang Rp58,19 miliar.
Jumlah itu merupakan akumulasi dari utang pokok, bunga beserta denda yang harus dibayarkan oleh BUMD penyedia air minum ini kepada Departemen Keuangan.“Sebenarnya utang ini mau dibayar, tapi membayarnya pakai apa? Sebab, sampai sekarang belum ada dananya,”ungkap Kasubag Humas PDAM Wonosobo Sugiharto, kemarin.
Padahal, semula pada 1990 PDAM hanya berutang sebesar Rp17,6 miliar ke Departemen Keuangan. Sebenarnya, PDAM Wonosobo sudah melunasi Rp4 miliar dari seluruh hutang.Namun, sampai tenggat waktu pembayaran habis, sisa utang tersebut belum juga bisa terlunasi. Sehingga, sampai sekarang,nilai utang pokok ditambah bunga dan denda mencapai Rp58,19 miliar.
Untuk menyelesaian masalah utang ini, PDAM telah berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo guna mengajukan penghapusan utang. Namun sampai sekarang belum ada kabar pasti.“Jika utang ini dihapus, sebenarnya pemerintah pusat tidak rugi apa-apa, dana dari Depkeu telah diinvestasikan untuk menambah jaringan, hasilnya juga dinikmati masyarakat,” imbuh Sugiharto.
Biaya operasional PDAM Wonosobo, praktis hanya dipenuhi dengan dana dari 51.000 pelanggan lama yang tersebar di 14 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada.“Dengan debit 756 liter perdetik, kami hanya mentargetkan 1016 pelanggan baru pada 2008, kalau dipaksakan malah bisa menggangu pelanggan lama,” ujarnya.
Pada tahun lalu,PDAM juga mengalami kerugian sebesar Rp6,12 miliar. Wakil Ketua Komis A Abdul Haris mengatakan, PDAM harus bisa berfungsi sosial dan provit. “Sekarang ini justru PDAM tersandera permasalahan masa lalu akibat adanya mismanajemen. Ini tidak fair,” katanya.
Permasalahan ini,kata dia,harus diselesaikan secara kolektif antara pemkab Wonosobo dan pemerintah pusat sehingga masyarakat tidak dirugikan . (mn latief)

Wonosobo Expo 2007 kurang meriah

WONOSOBO - Pelaksanaan Wonosobo Ekspo yang mulai berlangsung Sabtu (22/12) masih terlihat sepi. dibandingkan kegiatan serupa yang dilakukan sebelumnya, pameran yang dilaksanakan di Stadion Kalianget itu kurang diminati pengunjung. Hingga pagi hari ini (Senin, 24/12) belum ada tanda-tanda kehadiran pengunjung yang membludak.
Sementara itu, stan yang di­se­diakan panitia masih banyak yang kosong. Di tenda utama yang diformat cukup mewah, ter­dapat sejumlah stan yang ti­dak dipakai. Demikian pula stand yang be­rada di luar tenda utama. Ko­song­nya stand tersebut akibat se­di­kit­nya minat pihak luar dan terdapat sejumlah satuan kerja p­e­rangkat daerah (SKPD) me­ngun­dur­kan diri sebagai peserta pa­meran. Suasana lebih sepi, nampak pa­da hari pertama pameran. Bah­­kan ketika dilakukan upacara pembukaan, hanya dihadiri pu­luhan orang. Ratusan kursi yang disediakan panitia, baik yang berada di panggung utama maupun yang diperuntukkan ba­gi masyarakat, nampak kosong. MemberatkanKepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Wahyu Wija­yan­to, menyatakan jumlah peserta pameran belum seperti yang di­ha­rapkan. Wahyu yang juga ke­tua panitia juga menyesalkan mun­durnya sejumlah SKPD yang semula sudah mendaftar­kan diri sebagai perserta. Ia ber­harap pimpinan SKPD bisa kem­bali membuka stannya. Wahyu berjanji akan meng­gra­tiskan biaya stan yang dinilai memberatkan peserta. Ia juga be­ra­ni menjamin keamanan se­la­ma pameran berlangsung ka­rena telah bekerja sama dengan TNI/Polri. Wakil Bupati Munthohar MM ketika membuka pameran mengharapkan panitia mela­ku­kan evaluasi sepinya kegiatan. Diharapkan, kegiatan tidak di­la­kukan pada akhir tahun dan ber­te­patan dengan musim hujan. Munthohar juga mengharapkan panitia menggratiskan biaya stan dan tiket masuk yang mem­buat pengunjung enggan da­tang. Semula bagi pengunjung dikenai tiket masuk Rp 2.500 untuk umum dan Rp 1.000 untuk pelajar. Indriyanto, ketua even organizer Cipta Seni yang menanga­ni pameran tersebut mengakui ma­sih banyak stan yang belum di­pakai. Di tenda utama baru ter­dapat 22 dari 50 stan yang di­pakai. Sementara stan luar ha­­nya diisi 17 pedagang terdiri da­ri PKL, pedagang tanaman hi­as, makanan dan lainnya. ’’Saya optimistis akan ramai. Tetapi semuanya tergantung res­pon masyarakat,’’ ujarnya. Salah satu pengguna stan swasta, Ragil, kepada Wawasan mengaku kecewa dan prihatin de­ngan kondisi pameran yang sepi pengunjung. ’’Kalau untuk pro­mo produk, jelas tidak mengena. Te­tapi saya juga kasihan kepada panitia,’’ ujarnya. mir/ad

Wonosobo Rawan Tanah Longsor dan Angin Ribut

Sabtu, 03 November 2007 14:20
Wonosobo Rawan Tanah Longsor dan Angin Ribut

Kapanlagi.com - Memasuki musim penghujan sejumlah daerah di Kabupaten Wonosobo rawan terhadap bencana tanah longsor, banjir, dan angin ribut.

Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Wonosobo, Aziz Wijaya di Wonosobo, Sabtu, mengatakan, dari 15 kecamatan yang ada di Wonosobo seluruhnya rawan tanah longsor dan bencana banjir, sedangkan delapan kecamatan di antaranya rawan bencana angin ribut.

Ia mengimbau kepada masyarakat Wonosobo agar mewaspadai datangnya bencana memasuki pergantian musim kemarau ke musim penghujan tahun ini.

"Sebaiknya jika terjadi bencana, masyarakat segera melapor ke posko bencana di masing-masing kecamatan dan kantor desa setempat agar secepatnya bisa ditangani," katanya.

Ia menyebutkan 15 kecamatan yang rawan tanah longsor yakni Kecamatan Wonosobo, Kertek, Selomerto, Leksono, Garung, Kejajar, Mojotengah, Watumalang, Kalikajar, Sapuran, Kepil, Kaliwiro, Wadaslintang, Sukoharjo, dan Kalibawang.

Sedangkan delapan kecamatan yang rawan bencana angin ribut meliputi Kecamatan Wonosobo, Kertek, Garung, Kejajar, Mojotengah, Kalikajar, Sapuran dan Kepil.

Ia mengatakan, upaya antisipasi yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonosobo terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut, telah melakukan sosialisasi ke seluruh desa di Wonosobo melalui kecamatan masing-masing.

Selain itu, katanya, memberikan pelatihan penanggulangan bencana alam pada Tim SAR, anggota Linmas, aparat desa dan kecamatan.

"Kami juga mendirikan sejumlah posko bencana di setiap kantor desa dan kecamatan," katanya. (*/cax)

Tempat Jajan di Wonosobo


Iseng2 nyari tempat jajan di wonosobo lewat mbah google ternyata gak begitu susah, walhasil saya dapet dari beberapa situs/forum spt. ayojajan.com(maaf gak saya sebutkan satu persatu karena banyak) yang member - membernya kasih referensi tempat2 yang "Katanya" sih enak, murah, lezat, asyik buat nongkrong de el el lah pokoknya, tapi sekali lagi itu hanya "Katanya" karena saya juga belum pernah mampir apalagi nyobain(kasian deh gw), barangkali ada kang mas po mba' yu yang tau tempat2 jajan di wsb trus pernah nyobain atau malah sudah jadi langganan boleh juga kasih referensi disini. ya ntar kalau Pulkamp lagi boleh tuh hunting2 buat nyobain... ya gak?.

dibawah ini list yang saya dapet, mungkin kang mas dan mba' yu ada yang tau??

1. Ayam Goreng Wonosobo,
di Jl. Rumah Sakit 11 Wonosobo. telp. 0286-325287 - Delevery order Hp. 08123397774.,
yang jualan Spesial ayam & Gudeg.

2. Bakso sulmadi,
di pandansari RT01 RW01 mudal mojotengah,
yang jualan bakso,mie ayam.

3. Resto FARIDA,
di Jl Dieng Wonosobo,
yang jualan Ayam Bakar/Goreng, Gudeg, Gulai Bebek, dll.

4. RM GUDEG,
yang jualan Gudeg , aneka makanan khas.
makanannya Tidak tahu.
Katanya sih, ...Rumah Makan "GUDEG"
Jl A Yani (dekat lampu merah ,sebelum hotel Asia jika dari arah Purwokerto)
Ini rumah makan sudah ada sejak tahun 50-an
Layak utk dicoba

5. Depot ES SISILIA,
di di Gang menuju ps. Induk Wonosobo,
yang jualan Macem2,Soto, Bakso, Lontong Sayur, DLL.

6. Martabak Alaska,
di Jl. Veteran / Sudagaran, samping toko buku melati,,
yang jualan Martabak.

7. Mie ongklok,
di Jl. Pasukan Ronggolawe, sebelah SDN 3 Wonosobo,
yang jualan mie ongklok, sate, gorengan khas Wsb (tempe kemul, tahu susur, gebleg, dll).

8. Bakmie Kampung baru,
di ga tau lengkapnya, tapi di sebelah selatan kelurahan wonosobo.
ga terlalu jauh dari alun2 kota,
yang jualan chinesse food

9. Mie Seno,
di sidomulyo, sebelum pertigaan sd jaraksari ada gang belok kiri, ada tulisane mie seno kok..,
yang jualan nasi goreng,mie goreng/rebus,capcay goreng/rebus.

10. Kafe Ma'e,
di dalem SMA 1 WONOSOBO,jln. T.jogonegoro,
yang jualan nasi rames,nasi goreng,bakso,tempe kemul,pisang goreng, dll.

11. Pempek wisma PJKA,
di wisma PJKA, depan rumah sakit bersalin 'ADINA',

13. Toko Roti Aneka,
di jln. Angkatan 45 seberang toserba Rita Wonosobo,
yang jualan Aneka kue basah & oleh oleh khas wonosobo.

14. sudah segini dulu list-nya, capek ngetiknya nih.

Tumini Tuku Ndog

Tuku Ndog

Isuk-isuk Tumini tuku endog neng pasar wonosobo..
Tumini : "Mas,endog sekilo pinten?"
Bakul Ndog : "Ndog bebek opo Ndog pithik?"
Tumini : "Ndog pitik"
Bakul Ndog : "yo, sing lokal nopo sing impor?"
Tumini :"sing lokal wae lah"
Bakul Ndog : "lokale teko wonosobo, kretek,sepuran, mojotengah nopo nggarung?!"
Tumini :"yo .. sobo lah "(wis mulai jengkel )
Bakul Ndog : "Sobo ne jlamprang, mirombo, bangsri nopo njentrek? ?"
Tumini : "mas,sampeyan janjane ke' dodol endog po arep keluyuran si...?"
Bakul Ndog:"hehe..hehe.. ngampunten mbak, sakjane kulo niki sing dodol tempe neng sebelah, sing dodol ndog lagi ngising, kulo dikongkon ngejak ngobrol sing arep tuku ndog karo ngenteni bakul Ndog mari ngisinge...."


Angon Wedhus

Tumini pethukan mbah Tukijan lagi angon wedhus.

"Mbah, waduh wedhuse sampeyan akeh banget ?" jare Tumini
"Ya lumayan " jare si Mbah
"Pira kabehe, Mbah ?" takon Tumini maneh
"Sing putih apa sing ireng ?"
"Sing putih, wis"
"Selawe"'
"Weleh, jan akehe. Lha sing ireng?'"
"Padha..." jare mbah tukijan karo ngarit suket

Tumini takon maneh.

"Mangan sukete ya akeh pisan, Mbah.."
"ho oh ki.."
"Pirang kilo mangane sedhina ?"
"Sing putih apa sing ireng ?"
'Sing ireng, wis'
"Ya Kira-kira limang kiloan"
"Lha sing putih?"
"Padha . . ."

Tumini bingung, dhene ngapa ne' ditakoni kudu mbedakna sing putih apa sing ireng, wong jawabane ya padha wae.
"Mbah, dhene ngapa si ne' tak takoni perkara wedhuse, sampeyan mesti balek takon sing putih apa sing ireng barang. Padahal mestine ya putih apa ireng, jawabane padha terus. Sakjane ana apa tah?"
"Ngene lho, sing putih kuwi wedhuse ku..."
"Lha sing ireng ?"
"nggeh sami . . ."