Olimpiade Matematika ITS 2012






















sumber [
OMITS]

Kawasan Gunung Banjir

Tanah longsor di kawasan gunung, itu biasa. Hujan, juga sangat biasa. Tapi bagaimana jika gunung kebanjiran? Itu luar biasa. Percaya nggak? Bagi yang nggak percaya, mulai sekarang harus percaya. Karena awalnya aku juga tak percaya, sampai-sampai aku nyeletuk pada ibuku, "Loh, Tieng banjir? Kog Wonosobo nggak keleleb?"

Yap, itu terjadi di Desa Tieng, Wonosobo. "Sebanyak 627 warga Dusun Ngesong, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, terpaksa mengungsi setelah rumah mereka diterjang banjir bandang yang terjadi pada Minggu siang, 18 Desember 2011." (vivaNews.com)

Tercatat hingga Rabu (21/12), jumlah korban tewas banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Desa Tieng, mencapai sembilan orang. Sedangkan dua lainnya dinyatakan hilang. Sebanyak 27 rumah warga juga hancur. (liputan6.com)

Nah, masih belum percaya? *dah lahh,,percaya aja* itulah kekuasaan Allah.

Sekarang, mari kita pikirkan secara logis. Bagi yang pernah ke Dieng, adakah diantara kalian yang melihat pohon besar tumbuh dengan asri-nya di sepanjang *jalan kenangan :))* jalan menuju gunung Dieng? Pasti ada *wkwkwkw*, tapi tidak banyak. Yang banyak adalah pematang sawah yang ditumbuhi tanaman kentang dan aneka ragam sayuran. Yang setiap hari selalu diberi pupuk agar tanah menjadi gembur dan subur.

Lalu, apakah masyarakat menjadi kaya dengan lahan itu? Bagi korban mungkin iya, dulu, sebelum bencana terjadi. Sekarang? Justru mereka kehilangan hartanya yang telah dipupuk sekian lama. Menjadikan kawasan gunung sebagai tempat bercocok tanam, sangat bagus, tapi jika itu tak dibarengi dengan pelestarian alam dan menanam pohon-pohon besar, maka yang terjadi ketika intensitas hujan terus menerus bertambah adalah banjir dan longsor. Jadi sekarang, terasiring pun sudah tak berguna. Yang rugi, mereka juga kan?

Kiamat nampaknya memang sudah dekat *fiiuuuhhh*

Well, mari kita petik hikmah dari kejadiaan ini. Bencana alam memang selalu datang tanpa diduga. Tak ada yang tahu kapan bencana itu akan terjadi. Jadi, tidak ada salahnya jika kita selalu menjaga dan melestarikan alam kita. Sudah sepantasnya jika di kawasan gunung ditumbuhi pohon-pohon besar untuk menahan air resapan yang terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi. Dan semuanya kembali kepada manusia yang menghuni alam ini. Jangan hanya beralasan untuk menambah harta, toh itu hanya di dunia, maka alam menjadi rusak dan gundul. *alamnya jadi marah kaaaannnnn* Mari lestarikan alam ini :D Save Dieng!!

Wonosobo memang beda kann....?? :D

[postingan ini juga diterbitkan di blog penulis]

Lomba Cerpen antar Pelajar dan Mahasiswa Se-Indonesia

Deadline : 30 Mei 2010

Kompetisi ini diadakan dalam rangka memperingati HUT PIC dan Lembaga Pendidikan Computer dan Internet Cerdas.

TEMA
1. Kisah Cinta dengan latar belakang budaya santri (Islami) dan Umum (Bebas)
2. Kisah Berselancar di Dunia Maya (Internet)
3. Pengalaman Menggunakan Internet secara Sehat dan Cerdas
4. Tentang Budaya Indonesia
5. Entrepreneur Muda Indonesia
6. Islam Kebanggaanku
7. Semangat Untuk Bangkit

Peserta Bebas Menulis judul apa saja. Namun tetap yang ada hubungannnya dengan salah satu diantara ke tujuh (7) tema di atas.

KRITERIA PESERTA DAN SYARAT PENULISAN

1. Peserta Warga Negara Indonesia (P/L);
2. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar;
3. Cerpen diketik dengan huruf Times New Roman size 12, Spasi 1 ½, 7 – 15 halaman qwarto;
4. Cerpen yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;
5. Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 3 judul Cerpen dari karya terbaiknya;
6. Melampirkan Biografi singkat maksimal 1 halaman;
7. Batas terakhir penerimaan naskah 30 Mei 2010;
8. Naskah tulisan yang sudah dikirim menjadi hak panitia penyelenggara
9. Untuk Memudahkan Peserta dari Seluruh daerah di Indonesia, Naskah dapat dikirimkan melalui Email ke: PutraTerbaikIndonesia@gmail.com dengan Mencantumkan Subjek: Lomba Cerpen 2010

PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG: 5 Juni 2010

HADIAH
1. Bagi cerpen nominator dan cerpen pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit GagasMedia. 3 cerpen pemenang, dan 17 cerpen nominator;
2. Bagi cerpen nominator dan cerpen pemenang akan Mendapatkan Piagam Penghargaan sebagai Juara dan Nominator
3. Juara I, II, dan III, akan mendapatkan hadiah berupa Uang Tunai sebesar:

Juara I – Rp.700.000,
Juara II – Rp.350.000,
Juara III – Rp.150.000,

DEWAN JURI
1. Bpk Zainul Walid S.Ag. (Sastrawan, Kritikus Sastra Indonesia, dan Dosen Institut Agama Islam Ibrahimy(IAII) );
2. Bpk Syamsul A.Hasan S.Ag (Penulis Buku Kharisma Kiai. As’ad, Menulis itu gampang kok, dll. Beliau aktif menulis di beberapa media baik lokal maupun Nasional. dan Beliau juga menjadi dosen tetap di Jurusan Komunikasi IAII);
3. dari Pihak Penerbit (Menunggu Informasi selanjutnya)

KET:
Untuk Perubahan-Perubahan di kemudian hari (Penerbit, Sponsor, Juri, dls), akan kami informasikan melalui Group Internet Cerdas(FaceBook) dan Web www.Cyberdakwah.SaputraOnline.com. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi Putra melalui email: succesgo@gmail.com.

Panitia Penyelenggara
Group Internet cerdas & PIC

Di Dukung Oleh:

1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah dan BEMI
2. Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Situbondo Jawa Timur
3. Pengurus Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Ibrahimy (IAII)
4. Blog Mahasiswa dan Entrepreneur Muda Indonesia (www.SaputraOnline.com)
5. Portal Majalah Online Mahasiswa Fakultas Dakwah ( www.Cyberdakwah.SaputraOnline.com)

[sumber: ajangkompetisi.com]


Perokok Terancam tidak Dapat Kartu Jamkesda

MALANG--MI: Para perokok aktif yang selama ini masih ditoleransi kepesertaannya dalam jaminan kesehatan daerah (jamkesda) di Kota Malang, Jawa Timur, tahun 2010 ini terancam tidak akan diakomodasi lagi.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang Syaiful Rusdi, Senin (22/3), mengatakan, pencoretan para perokok menjadi peserta jamkesda ini masih dalam taraf wacana, belum ada kesepakatan dengan instansi terkait.

"Kami memang mengusulkan agar salah satu indikator yang dimasukkan dalam verifikasi untuk penerima jamkesda ini adalah tidak merokok. Kalau ternyata perokok aktif, ya otomatis harus dicoret dari daftar peserta," ucap politisi dari PAN tersebut menegaskan.

Ia mengakui, wacana memasukkan kebiasaan merokok sebagai salah satu indikator penerima jamkesda tersebut, muncul setelah komisi bidang kesejahteraan dan kesehatan itu melakukan kunjungan kerja ke Jakarta Barat, belum lama ini.

Menurut dia, memasukkan kebiasaan merokok manjadi salah satu indikator jamkesda itu diharapkan berdampak lebih baik bagi yang bersangkutan. Tidak hanya baik secara finansial, tapi juga bagi kesehatan.

Menanggapi usulan komisi D DPRD itu, Kepala Dinkes Kota Malang Enny Sekar Rengganingati menyatakan, kesediaannya dan akan membahasnya lebih lanjut dengan para wakil rakyat tersebut. Ia menuturkan, untuk memasukkan indikator kebiasaan merokok menjadi salah satu penilaian dalam jamkesda maka indikator itu harus dimasukkan dalam daftar pertanyaan, baik secara langsung maupun melalui pihak ketiga.

"Pada prinsipnya kami mendukung dan sependapat dengan usulan dewan, namun bagaimanapun juga kami harus membahasnya lebih lanjut dengan instansi terkait dan dewan sendiri. Kalau sudah ada kesepakatan dan semua setuju, kami tinggal menggodok teknisnya saja," papar Enny.

Selain akan memasukkan indikator perokok aktif, dalam validasi peserta jamkesda juga akan diajukan berbagai pertanyaan dan kriteria seperti yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ketika menilai dan menentukan keluarga miskin.

[sumber: Media Indonesia]

Puting Beliung Terjang Wonosobo, 54 Rumah Rusak

WONOSOBO--MI: Angin puting beliung menerjang Dusun Grenjeng, Desa Candiyasan, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, mengakibatkan 54 di antara sekitar 230 rumah di dusun itu rusak.

Kepala Desa Candiyasan Setyawan Prayitno, di Wonosobo, Minggu (21/3) menyebutkan, 12 rumah rusak berat, 21 rusak sedang, dan 21 rusak ringan. Bencana pada Sabtu (20/3) petang itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Rumah yang mengalami rusak berat antara lain milik Suyanto, Suwanto, Giyanto, Suryanto, Karsito, Ngatwan, Suparman, Tukiyanto, Wito, Karjono, dan Setyawan Prayitno.

Ia mengatakan, kerusakan berat rumah mereka karena atap dan kerangkanya kabur terbawa lesus.

"Rumah saya bukan hanya atap dan kerangka yang terbang, internitnya juga ikut melayang dan anehnya bekas atap itu tidak ditemukan di sekitar lokasi," katanya.

Ia mengatakan, angin puting beliung yang di daerah itu disebut dengan lesus terjadi sekitar pukul 18.15 WIB dan berlangsung cukup cepat selama sekitar satu menit. Setelah diterjang lesus, desa itu diguyur hujan deras.

Lesus yang menerjang desa itu sebagai peristiwa pertama kali dialami warga. Ia berharap, korban lesus mendapatkan bantuan material terutama seng dan kayu.

Sekretaris Camat Kertek Agus Wibowo mengatakan, Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan menyalurkan bantuan logistik antara lain berupa mi instan, beras, dan terpal.

Ia mengatakan, para korban lesus juga memerlukan bantuan material lainnya seperti seng 1.200 lembar, kayu gelagar sepanjang empat meter 300 batang, dan paku payung 30 kilogram untuk perbaikan rumah.

"Kami sedang berupaya mendapatkan bantuan baik dari pemkab maupun provinsi," katanya.


[sumber: Media Indonesia]

Hampir Punah, Badak Cula Hanya Tersisa Puluhan Ekor

Jakarta - Populasi satwa langka Badak Cula Satu diperkirakan hanya tersisa 50 ekor. Hasil foto Taman Nasional Ujung Kulon mendeteksi binatang purba unik khas Indonesia ini sebanyak 30 ekor saja.
"Berdasarkan hasil foto tim kami, Badak Cula Satu terdeteksi sebanyak 30 ekor," ujar Kepala Taman Nasional Ujung Kulon, Agus Priambudi disela acara restorasi habitat Badak Cula Satu di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten, Senin (15/3/2010).

Namun berdasarkan perkiraan atas penelusuran jarak jauh, satwa langka Badak Cula Satu (Rhinoceros Sondaicus) diperkirakan ada sebanyak 50 ekor. Menurut Agus, jumlah ini dikhawatirkan akan merosot yang bisa berujung pada kepunahan jika tidak dilakukan tindakan intensif.

"Untuk itu kita punya berbagai program restorasi dalam rangka meningkatkan populasi Badak Cula Satu," ujar Agus.

Salah satunya adalah dengan melakukan penyiapan bibit dan penanaman tanaman pangan Badak Cula Satu, serta pemeliharaan intensif termasuk mendorong proses reproduksi satwa langka ini.

Habitat Badak Cula Satu berlokasi di dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Kawasan ini sendiri berada di dua kecamatan, yaitu Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Luas kawasan ini mencapai 122.956 hektar terdiri dari daratan seluas 78.619 hektar dan laut 44.337 hektar.

Kawasan habitat Badak Cula Satu mengambil lahan sekitar 40 ribu hektar. Dari kawasan habitat tersebut, tim Taman Nasional Ujung Kulon memiliki program restorasi di atas lahan seluas 3 ribu hektar.

"Kami ada rencana membangun pagar untuk melindungi habitat Badak Cula Satu. Hanya saja program ini butuh dana miliaran rupiah. Sudah ada beberapa donatur asing yang komitmen membantu," ujarnya.

Taman Nasional Ujung Kulon membutuhkan dana sebesar Rp 25 miliar per tahun untuk program restorasi, peningkatan keamanan dan pengembangan menjadi kawasan wisata.

Anggaran yang disediakan dalam APBN sebesar Rp 11 miliar. Namun donatur lembaga-lembaga asing ikut membantu. Kendati demikian, kawasan ini masih membutuhkan dana sekitar Rp 10 miliar per tahun.

Dari kawasan seluas 122 ribu hektar tersebut, baru sedikit saja yang sudah dikembangkan, terlebih kawasan laut masih jauh dari optimal yang disebabkan kendala dana.


[sumber: detikNews]

INAICTA 2010

Apa itu INAICTA?






Indonesia ICT Award 2009 (INAICTA 2010) adalah ajang lomba karya cipta kreativitas dan inovasi di bidang teknologi informasi dan komunikasi berskala nasional. INAICTA 2010 diselenggarakan komunitas teknologi informasi dan komunikasi di tanah air, dengan dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Pendaftaran
  1. Untuk berpartisipasi sebagai peserta di INAICTA 2010, caranya mudah sekali.
    Daftarkan nama Anda (pribadi atau kelompok) sebagai calon peserta INAICTA 2010. * Daftarkan karya yang hendak Anda sertakan dalm kompetisi. Satu pengguna boleh mengirim maksimal 1 karya untuk setiap kategori.
  2. Lakukan pembayaran sesuai dengan kategori kompetisi yang Anda ikuti.
  3. Karya Anda sudah sah untuk mengikuti kompetisi. Jangan lupa untuk senantiasa terupdate dengan kegiatan penjurian!
Pendaftaran peserta lomba INAICTA 2010 dibuka pada tanggal 20 April 2010.

Informasi selengkapnya akan dipublikasikan melalui situs ini dan jejaring sosial INAICTA 2010. Jadi, siapkan karyamu sebaik mungkin!


Biaya Pendaftaran

Biaya pendaftaran kompetisi INAICTA 2010 adalah sebagai berikut:

Student: Rp 25.000,-
Individu: Rp 50.000,-
Corporate: Rp 200.000,-

Informasi selengkapnya mengenai metode pembayaran akan kami publikasikan selengkapnya melalui situs ini maupun jejaring-jejaring sosial INAICTA 2010.


Kategori Lomba : Lihat di sini!